Showing posts with label yayasan kebudayaan sulawesi selatan dan tenggara. Show all posts
Showing posts with label yayasan kebudayaan sulawesi selatan dan tenggara. Show all posts

Monday, October 18, 2010

Selamat Ulang Tahun Sulsel Ke-341

Makassar yang dulu disebut Ujung Pandang adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan. Di Sulsel, ada beberapa suku bangsa, yaitu Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, Duri, Pattinjo, Maroangin, Endekan, Pattae, dan Kajang/Konjo.

Menurut catatan Wikipedia, lima tahun setelah kemerdekaan, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1950, yang menjadi dasar hukum berdirinya Provinsi Administratif Sulawesi. Sekira 10 tahun kemudian, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 47 Tahun 1960 yang mengesahkan terbentuknya Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Empat tahun kemudian, melalui UU Nomor 13 Tahun 1964, pemerintah memisahkan Sulawesi Tenggara dari Sulawesi Selatan. Terakhir, pemerintah memecah Sulawesi Selatan menjadi dua, berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004.

Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara dan Polewali Mandar, yang tadinya merupakan kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan resmi menjadi kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, seiring dengan berdirinya provinsi tersebut pada 5 Oktober 2004 berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004.

Sunday, July 4, 2010

I La Galigo : Sebuah Epos Peradaban Panjang Manusia Sulawesi

Epos I La Galigo adalah sebuah salah satu karya sastra yang pernah ditemukan di Indonesia. Terdiri dari beberapa bagian besar tulisan puisi yang ditulis dalam bahasa bugis kuno dan saling berhungan satu sama lain. Manuskrip I La Galigo dapat ditemui di perpustakan-perpustakaan eropa, khususnya di Perpusatakaan Universitas Leiden. Juga dapat ditemui sekitar 600 halaman di Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan dan Tenggara (baca: Matthesstichting), bila digabungkan dengan koleksi manuskrip yang ada di Eropa(5,400 halaman), maka totalnya sekitar 6,000 halaman. Dan masih banyak lagi yang disimpan oleh masyarakat sulawesi selatan. abad kesembilanbelas Matthes mengumpulkan 2000 manuskrip yang ditulis kembali oleh Collie’ Pujie (Ratu Tanete).


.